Pendirian INDI dimulai ketika pada tanggal 28 Mei 2019 beberapa peneliti dan akademisi dari berbagai latar belakang bidang ilmu di UGM berkumpul dengan membawa kegelisahan masing-masing terkait keberadaan pewarna alami di Indonesia. Kegelisahan itu menyangkut fakta bahwa sekian aktivitas penelitian dan pengembangan yang dilakukan selama ini dipandang belum memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan yang berkaitan dengan pewarna alami. Oleh karena itu berbagai peneliti dan akademisi tersebut mencoba merumuskan suatu wadah yang lebih terstruktur dan dikelola dengan baik, melalui road map penelitian yang komprehensif. Dengan demikian diharapkan hasil dari penelitian dan pengembangan yang dilakukan menjadi lebih tersistem dan efisien sehingga memberi dampak yang lebih luas baik secara nasional maupun internasional. Untuk itu dirumuskanlah wadah yang diharapkan bisa menfasilitasi hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan dan perkembangan pewarna alami secara lebih tersistem dan efisien di Indonesia dan dunia internasional, melalui kegiatan tri dharma perguruan tinggi UGM. Wadah yang diberi nama Indonesia Natural Dye Institute (INDI) itu telah di-launching pada tanggal 10 Desember 2019 di Grha Sabha Pramana UGM oleh Rektor dengan dihadiri berbagai institusi mitra yang memiliki kepedulian terhadap pewarna alami di Indonesia.
Kegiatan
Kamis, 4 November 2021, pukul 15.30 WIB, Tim INDI UGM menerima kunjungan UNESCO Jakarta yang diketuai oleh Ibu Ai Sugiura dan Ibu Fitri secara daring melalui zoom meeting. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh INDI UGM yang diketuai oleh Prof. Dr. Edia Rahayuningsih. M.S. dan Dosen-dosen peneliti INDI UGM. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program INDI UGM sebagai Bagian Dari Implementasi Program Pusat Unggulan IPTEKS Perguruan Tinggi Tahun 2021 dalam lingkup kegiatan internasional.
Dalam kunjungan tersebut, INDI UGM mempersentasikan ketercapain program-program kerja INDI sebagai Lembaga yang mengimplementasikan pelestarian dan pengembangan pewarna alami Indonesia melalui berbagai kegiatan yang berbasis penelitian, pengabdian, dan pelatihan penggunaan pewarna alami. Selain itu dari UNESCO Jakarta juga mempresentasikan program kerja yang telah dilakukan dan akan direncanakan sebagai bagian implementasi program kerja UNESCO di Indonesia dalam program yang berkelanjutan.
Melanjutkan kegiatan penguatan kelembagaan dan Roadmap Penelitian, Grup Riset Indonesia Natural Dye Institute (INDI) Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan Workshop Pengembangan Kelembagaan dan Roadmap Penelitian Unggulan Tahap II sebagai bagian dari implementasi Program Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Tahun 2021 dengan menjalankan protokol kesehatan, Rabu, 20 Oktober 2021 di Floating Resto Sleman, Jl. Roro Jonggrang Beran No.8, Beran Kidul, Tridadi, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55511
Dalam rangka penguatan kelembagaan dan Roadmap Penelitian Grup Riset Indonesia Natural Dye Institute (INDI) Universitas Gadjah Mada serta sebagai bagian dari implementasi Program Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Tahun 2021, mengadakan kegiatan Workshop Pengembangan Kelembagaan dan Roadmap Penelitian Unggulan INDI UGM , Sabtu, 16 Oktober 2021 di Kopi nJongke. Jl. Prawiro Sudiyono, Gondengan Penen, Sendangadi.
Kegiatan didukung oleh narasumber Prof Dr.Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M.Si dalam sesi Dukungan Kelembagaan dalam mewujudkan Roadmap Penelitian Unggulan, oleh Prof. Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, M.S., IPU dalam sesi Refleksi dan Rencana tindak lanjut Tatakelola INDI INDI UGM, oleh Dr. Ir. Aswati Mindaryani, M.Sc. dalam sesi Perumusan Desain Pengembangan Kelembagaan dan Roadmap Penelitian Unggulan INDI UGM serta dihadiri juga oleh anggota INDI UGM lainnya.
Dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Natural Dye Institute (INDI) menjadi sarana dan rujukan pendidikan, penelitian, pengembangan, dan pengadaan pewarna alami bagi Indonesia yang sehat (lingkungan-manusia) dan sejahtera (daulat secara ekonomi) dan Misi Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pewarna alami, Melaksanakan penelitian dan pengembangan pewarna alami, Mempromosikan dan memproduksi pewarna alami, Mengorganisasi para peneliti, pencinta, produsen, dan pengguna pewarna alami, Mengembangkan kerjasama dengan mitra, dan Mencari sumber dana untuk mendukung penyelenggaraan visi dan misi, INDI LPPT UGM gelar Audensi bersama Dirjen IKMA Kementrian Perindustrian, Kamis 30 September 2021 secara daring.
Indonesia Natural Dye Institute UGM (INDI UGM) yang bermitra dengan CV Karui Jayapura untuk secara bersama-sama akan membangun hilirisasi produk purwarupa atau teknologi hasil penelitian melalui kegiatan KEDAIREKA.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan dalam hal 1). produksi serbuk pewarna alami (tannin) dari limbah (saw dust) kayu Merbau yang melimpah di Jayapura dan belum termanfaatkan dengan optimal. 2). Menciptakan solusi dari masalah limbah industri penggergajian kayu yang mengganggu masyarakat sekitar dapat terselesaikan. 3). Meningkatkan nilai ekonomis limbah kayu merbau menjadi produk serbuk pewarna alami (tannin). 4). Penyediaan pewarna alami berkualitas, terstandar, kontinyu, dan kompetitif untuk mendukung industri fesyen berkelanjutan (Sustainable fashion). 5). Mendukung program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka melalui IKU No 2. (Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus untuk magang, proyek di desa, riset, dan berwirausaha). IKU No. 3 (Dosen berkegiatan di luar kampus bekerja sebagai praktisi di dunia industri), dan IKU No 5. (Hasil kerja dosen dalam bidang riset dan pengabdian dimanfaatkan masyarakat untuk menyelesaikan masalah). 6). Meningkatkan pendapatan daerah. 7). Kontribusi perguruan tinggi dan DUDI dalam realisasi RIPIN 2015–2035, Making Indonesia 4.0, dan industri hijau.
Dalam audensi kali ini, INDI UGM yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, M.S. memaparkan bahwa Indonesia Natural Dye Institute (INDI) Universitas Gadjah Mada, sebuah lembaga kajian (Kelompok Riset Multidisiplin) yang didirikan oleh UGM. INDI UGM dibentuk sebagai aktualisasi komitmen dan kontribusi Tridarma Perguruan Tinggi UGM dalam mendukung pengembangan pewarna alami di Indonesia atau Pewarna Alami Nusantara agar dapat dikelola, dimanfaatkan, dan dikembangkan dengan baik sehingga memberikan dampak nyata. Sebagaimana diketahui potensi sumber daya pewarna alami Indonesia sangat besar, sementara impor pewarna sintetis juga besar. Potensi ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan import pewarna sintetis, dapat mendorong berkembangnya pemanfaatan pewarna alami dalam produk-produk UMKM, dan mendukung Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN).
Kegiatan koordinasi ini merupakan penguatan pelembagaan INDI UGM melalui skema Hibah PUI-PTOP dengan tujuan kelembagaan INDI dapat terinstitusi, kuat, dan legal dalam menjalin kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak. Pengembangan kelembagaan INDI melalui kegiatan Penguatan dan Pengembangan PUI-PTOP direncanakan dalam kurun waktu tiga tahun. Berdasarkan gab analysis dan Rencana Induk Pengembangan INDI (RIPENG INDI) dapat ditetapkan tahapan aktivitas dan waktu pelaksanaan.
Selanjutnya, Impact Kegiatan INDI sebagai PUI-PTOP diharapkan akan tercipta bisnis pewarna alami yang bersifat berkelanjutan. Sasaran kegiatan INDI sebagai PUI-PTOP adalah untuk Pembangunan Ekonomi Lokal ‘Local Economic Development’ (LED). LED bukan hanya konsep sekedar pertumbuhan ekonomi, namun LED ini juga mempromosikan partisipasi dan dialog lokal, menghubungkan orang-orang dan sumber daya mereka untuk pekerjaan yang lebih baik dan kualitas hidup lebih baik untuk, terlebih untuk wanita yang merupakan kelompok rentan miskin.
Dalam rangka evaluasi dan pemaparan progres program-program kegiatan 2021, 10 Agustus 2021, Tim INDI melaksanakan rapat internal bersama.
Rapat internal ini memfokuskan pada informasi umum tentang program-program INDI yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan datang, mulai dari pengembangan program WCU, Penelitian, Pengabdian, Kerjasama, dan Pelatihan.
Selanjutnya membahas tentang progres dari masing-masing kegiatan INDI yang sedang belangsung saat ini. Program-program tersebut di antaranya :
1.Kunjungan ke Kelompok Krida Wana Lestari
Tim INDI LPPT UGM menindaklanjuti surat dari DPKM UGM untuk memetakan potensi dari Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Tim INDI didampingi oleh perwakilan DPKM UGM melakukan diskusi secara langsung dengan Ketua Kelompok Krida Wana Lestari (Bapak Wahyono) pada Rabu, 3 Maret 2021. Kegiatan pra-survey disambut positif oleh Kelompok KWL karena memang sampai saat ini belum ada gerakan mengolah hasil limbah kulit kayu mangrove menjadi sumber pewarna alami.